Selasa, 07 April 2009

AYAT-AYAT PENYEMBUH DALAM AL QURAN - HADITS


AYAT-AYAT PENYEMBUH
DALAM AL-QUR’AN & HADITS



( A ). Dalam buku “PENGOBATAN QUR’ANI. Menyembuhkan Penyakit melalui Pendekatan Medis & Agama”

1. “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar “ (QS Al-Isra (17): 82)

2. “Dan apabila aku sakit,Dialah yang menyembuhkanku.” (QS As-Syu’araa (26):80)

3. “ Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu,lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya.” (QS Al-Anbiya’(21):84)

4. “ Jalan Allah yang kepunyaan-Nya,segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.Ingatlah,bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan.” (QS As-Syura (42):53)

5. “ Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan.” (QS Al-Baqarah (2):195)

6. “ Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta,tetapi yang buta hati yang di dalam dada.” (QS Al-Hajj (22):46)

7. “ Hanya kepada-Mu-lah kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan.” (QS Al-Fatihah (1):5)

8. “ Dan musibah apa saja yang menimpamu,maka adalah disebabkan tanganmu sendiri.” (QS As-Syura (42):30 )

9. “ Jika Allah menimpakan sesuatu kemadaratan kepadamu,maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia.Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu,maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya.” (QS Yunus (10):107 )

10. “ Ketika Rasulullah saw ditanya tentang kiat untuk melapangkan dada,beliau menjawab :” Memalingkan diri dari dunia yang menipu pada negeri akhirat yang abadi. Kemudian menyiapkan diri menyongsong maut sebelum ia datang.”

11. “ Ketika orang-orang musyrik semakin gencar mencela Al-Qur’an,dada Rasulullah saw sesak karenanya.Ia adukan masalah itu kepada Allah Swt.Pengadu
an itu diabadikan dalam Al-Qur’an dengan firman-Nya yang berbunyi :”Wahai Rabbku,sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini suatu yang tak diacuhkan.” (QS Al-Furqan (25):30)

12. “ Dalam hati mereka ada penyakit,lalu Allah menambah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih,disebabkan mereka berdusta.” (QS Al-Baqqarah (2):10)

13. Ragam penyakit kejiwaan diderita manusia ketika mereka sedang berperang dengan setan dan sesudahnya.” Sesungguhnya setan itu musuh bagi kamu maka jadikanlah ia sebagai musuh.” (QS Faathir (35):6)
Pintu-pintu masuk setan melai : marah dan nafsu – iri dan dengki – tamak – tergesa-gesa dan tidak teliti – kikir dan takut miskin – fanatik – dan buruk sangka.

14. “Cukuplah Allah sebagai penolong kami dan sebaik-baik pelindung.” (QS Ali Imran (3):173)

15. “Manusia diciptakan dalam kondisi lemah.” (QS An-Nisa (4):28). Ketika jiwa seseorang sedang lemah,setan segera menguasai dan membuatnya lupa kepada Tuhan.Akibatnya,orang tersebut terjerumus dalam dosa dan permusuhan.

16. Saat Allah menciptakan jiwa,Dia menganugerahkan potensi ganda kepadanya. Yaitu potensi durhaka dan potensi taqwa. “Maka Allah ilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan.” (QS As-Syams (91):8)(Artinya: keburukan dan kebaikan,kemaksiatan dan ketaatan)

17. Apabila engkau hendak merebahkan diri di atas peraduanmu,maka bacalah: ayat kursi.Dari Siti ‘Aisyah r.a diriwayatkan bahwa setiap malam ketika Rasulullah saw hendak tidur,beliau merapatkan dan meniup kedua telapak tangannya kemudian membaca: Al-Ikhlas – Al-Falaq – dan An-Naas. Lalu diusapkan daripada bagian tubuh yang memungkinkan. Dimulai kepala,wajah,lalu bagian depan badannya. Beliau melakukannya 3 kali. (HR Muslim)

18. Ada segolongan manusia yang keinginan terbesarnya adalah memutuskan ikatan silaturahmi.Menghancurkan hubungan baik,dan menyebarkan bibit perselisihan dan perpecahan.kita harus meminta tolong kepada Allah Swt dari orang yang menghembuskan racun mematikan itu.(hal 69)

19. “Hai orang-orang yang beriman,janganlah harta-harta-mu dan anak-anak-mu melalaikan dari mengingat Allah.” (QS Al-Munafiqun (63):9 )

20. Sakit merupakan salah satu jenis derita yang dibebankan kepada kita. Ia bisa terhitung sebagai ujian,cobaan,dan bencana.(hal 78)

21. “Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya,di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (QS An-Nahl (16):69 )

22. Rasulullah saw juga bersambda :”Setiap penyakit ada obatnya.Apabila obat telah mengenai penyakit,maka akan mendatangkan kesembuhan,dengan izin Allah.” (HR Muslim) (hal 99)

23. Orang yang menjadikan ketiganya,yaitu Surat Al-Ikhlas,Al-An-Naas dan Al-Falaq sebagai perisai,tidak diragukan lagi,ia pasti selamat dan terlindung dari gangguan setan. (hal 110)

24. Dari Ibnu Mas’ud r.a diriwayatkan Rasulullah saw bersabda :” Barang siapa membaca dua-ayat terkahir (285 dan 286) Surah Al-Baqarah pada malam hari,maka kedua ayat itu akan menjaganya.”
Ayat 286 : “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya,dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.”



( B ). Dalam buku :” MENGOBATI PENYAKIT HATI. Membentuk Akhlak Mulia.” (Al-Ghazali)

1. Rasulullah saw bersabda :”Sesungguhnya aku hanyalah diutus demi menyempurnakan akhlak yang mulia.” “Timbangan paling berat dari apa yang diletakkan diatas neraca Hari Kiamat kelak,adalah taqwa kepada Allah dan akhlak yang baik.” (hal 18)

2. Pernah ditanyakan kepada Rasulullah saw :”Siapakah yang paling utama di antara kaum Mukmin ?”.Jawab beliau :”Yang paling baik akhlaknya di antara mereka.”” Sungguh kalian takkan mampu memuaskan manusia semuanya dengan harta kalian,maka puaskanlah mereka dengan wajah yang cerah dan akhlak yang baik.” (hal 20)

3. Sabda Rasulullah saw :”Akhlak yang buruk adalah dosa yang tak terampuni,sedangkan persangkaan buruk (su’uzzhan) adalah kesalahan yang berbau busuk.” “Seseorang dapat terjatuh ke dalam dasar Jahannam yang terdalam,dengan akhlaknya yang buruk.” (hal 26)

4. “Akhlak yang baik adalah menghadapi manusia dengan wajah cerah,memberi bantuan setiap kali diperlukan,serta menjaga diri sendiri daripada mengganggu orang lain.” (hal 29)

5. “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.Maka apabila telah Ku-sempurna-kan kejadiannya dan Ku-tiup-kan padanya ruh-Ku,maka hendaklah kamu segera sujud kepadanya.” (QS Shaad (38):71-72)

6. Tidak mungkin kita akan mencabut naluri syahwah dan ghadhab secara keseluruhan,sedangkan para nabi sekalipun tidak terlepas dari kedua-duanya.
Nabi saw pernah bersabda :”Sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia;adakalanya aku marah sebagaimana manusia lainnya marah.” (hal 44)
Apabila beliau mendengar ucapan yang tidak berkenan di hatinya,adakalanya beliau marah,sedemikian sehingga kedua pipinya tampak memerah.

7. “Barang siapa mengerjakan kebaikan walaupun sebesar zarrah,niscaya ia akan melihat (balasannya di Hari Kiamat),dan barangsiapa mengerjakan kejahatan walaupun sebesar zarrah,niscaya ia akan melihat (balasannya) pula.” (QS Al-Zalzalah (99):7-8)

8. “…dan Allah tidak menganiaya mereka,akan tetapi mereka yang senantiasa menganiaya diri mereka sendiri.” (QS An-Nahl (16):33 )

9. Rasulullah saw bersabda :“Seorang mukmin senantiasa berada di antara lima kesukaran : seorang mukmin lainnya yang merasa iri kepadanya,seorang munafik yang membencinya,seorang kafir yang memeranginya,setan yang berusaha menyesatkannya,dan hawa nafsunya yang menariknya ke arah keinginan yang buruk.” (hal 79)

10. Firman Allah Swt :”Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya,dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,maka sesungguhnya surga-lah yang akan menjadi tempat tinggalnya.” (An-Naazi’aat (79)(Malaikat-Malaikat Yang Mencabut):40-41)

11. Firman Allah Swt :”Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka,oleh Allah untuk ber-taqwa .Bagi mereka ampunan dan pahala yang benar..” (Al-Hujuraat (49)(Kamar-Kamar): 3)

12. “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya ber-shalawat untuk Nabi.Hai orang-orang yang beriman,ber-shalawat-lah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”(Al-Ahzab(33):56)

13. Tingkatan manusia dalam mengingat Allah Swt.Dalam melaksanakan zikir kepada Allah Swt,manusia terbagi atas empat tingkatan atau kelompok:


Pertama : Seorang yang jiwanya ‘tenggelam’ dalam ingatan kepada-Nya.Tak sedikit pun ia akan berpaling kepada dunia,kecuali dalam keperluan-keperluan hidup yang benar-benar ‘dharuri’ (tidak boleh tidak).Orang seperti ini,termasuk kelompok ‘shiddiqin’ (yang benar-benar tulus kepada-Nya)

Kedua : Seorang yang hatinya telah ‘ditenggelamkan’ oleh kesibukan dunia.Sedemikian,sehingga tak ada lagi kesempatan untuk mengingat Allah,kecuali yang berupa bisikan yang melintas,ketika berzikir dengan lisannya saja,tanpa dihayati oleh hati.Orang seperti ini termasuk kelompok ‘halikin’ (orang-orang yang binasa).

Ketiga : Seorang yang disibukkan oleh dunia dan agama bersama-sama,namun yang lebih sering menyibukkan hatinya dengan agamanya.Orang seperti ini tidak terhindar sama sekali dari keharusan mendatangi neraka.Walaupun ia nantinya akan diselamatkan dalam waktu yang singkat,tergantung banyak atau sedikitnya waktu yang dilaluinya dalam menyibukkan hatinya dalam mengingat Allah Swt

Keempat : Seorang yang disibukkan oleh kedua-duanya,namun kesibukan dunianya lebih dominan atas hatinya. Orang seperti ini akan menghuni neraka dalam waktu yang cukup lama,walaupun akhirnya ia pasti keluar juga,mengingat cukup kuat zikirnya kepada Allah dalam hatinya,meskipun zikirnya kepada dunia sering kali lebih menguasainya. (hal 84-85)

Code : Hmus-ci-sls-040406=========================================

Tidak ada komentar: