Rabu, 15 April 2009

EKSISTENSI ALLAH


MEMAHAMI EKSISTENSI ALLAH DENGAN FISIKA
Untuk melihat dan memahami eksistensi ALLAH SWT tentulah dengan menggunakan media yang disediakan ALLAH SWT yaitu mata hati atau qolbu. Dengan Teori Resonansi kita bisa memahami eksistensi Zat ALLAH SWT.

Dengan mata hati manusia dapat menangkap resonansi getar-getar eksistensi ALLAH SWT. Gelombang resonansi itulah yang biasa disebut orang sebagai NUR HIDAYAH ALLAH SWT. Gelombang resonansi dalam hati manusia bagaikan getaran senar gitar. Semakin kuat kita petik maka getarannya semakin kuat pula, sehingga dapat menyentuh relung hati yang paling dalam. Dalam Hadits Qudsi ditegaskan:
" ALLAH SWT berfirman: " Tak dapat memuat Zat-Ku bumi dan langit-Ku, yang dapat memuat Akau adalah hati hamba-Ku yang mukmin, lunak dan tenang".

Itulah sebabnya jika gelombang resonansi yang frekuensinya tidak terkendali, misalnya karena sedang marang, jengkel atau dendam maka jantungnya akan berdegup kencang, darah mengalir deras ke otak, hormon adrenalinnya meningkat, Nur Hidayah jelas akan terdesak dan yang muncul adalah was-was setan. Karena itulah Rosululloh SAW mengatakan bahwa kalo kita sedang marah maka setanlah yang bersemayam di dada kita. Obatnya tiada lain adalah berwudhu dan sholat serta istighfar. Perhatikan firman ALLAH SWT:
" Di antara manusia ada orang yang membantah tentang ALLAH tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap setan yang jahat" (QS. Al-Hajj:3)

Kita harus dapat melatih dan menguasai resonansi qolbu itu sebab resonansi yang dipengaruhi oleh amarah, dendam dan kebencian adalah was-was setan. Kita akan bertindak irrasional dan condong emosional. Resonansi ini menjadi seperti yang dihasilkan oleh pesawat turbo jet atau roket. Ledakan gelombang resonansi itu akan memekakkan telinga dan menggetarkan dad, bunyinya bagaikan ledakan pesawat supersonik bermesin turbo jet yang melejit terbang membelahangkasa, sehingga kita berada di bandara merasakan telingga akan pecah bahkan kaca-kaca jendelapun akan pecah berantakan. Artinya getaran resonansi harus dapat kita kontrol dan kendalikan dan dilatih menjadi resonansi yang lembut bagaikan gitar akustik.

Dengan resonansi yang lembut sesyahdu suara biola dan gitar yang terAsa menyentuh qolbu. Ini sama halnya seperti getaran wahtu Illahi yang dibacakan orang (misalnya mendengarkan orang membaca Al Quran), maka frekuensi getaran qolbu akan tersambung dengan frekuensi resonansi Al- Quran. Itu sebabnya hati dan jiwa kita akan tergetar.

Sebagaimana Firman ALLAH SWT:
" Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila dibaca nama ALLAH gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan hanya kepada Robblah mereka bertawakal" (QS Al Anfal : 2)
Tentunya untuk dapat menangkap sinyal-sinyal getaran Nur Hidayah ALLAH, manusia harus selalu membersihkan qolbunya, baik dari unsur negatif baik berupa dosa manusia maupun getaran was-was setan. Qolbu pun harus terjaga dari elemen negatif yang berasal dari was-was setan laknatulloh itu. Kalo kedua unsur ini telah bersih dari dalam qolbu manusia, maka qolbu manusia akan menjadi penerima yang dapat menangkap sinyal dari eksistensi ALLAH SWT
; (Repro; Iksan Taufik Hidayanto, S.Pdm http://fisikane.blogspot.com by @rief)

Tidak ada komentar: